2024
pasangan calon presiden-wakil presiden 2024 (ditulis Saiful Mujani. 3.58 WIB pagi, Sabtu 6 November 2021):
Yang bisa mencalonkan pasangan hanya partai politik atau koalisi partai politik hasil pemilu 2019 yang mendapat kursi 20% di DPR atau 25 % suara pemilih nasional. Yang memenuhi syarat itu: hanya PDIP. Partai-partai lain harus koalisi. Jika tiap partai di senayan menghendaki agar calon presiden dari partai mereka masing2 maka sudah muncul nama yang didorong atau mulai terlihat bekerja/kerja politik untuk jadi calon presiden: Prabowo (gerindra), Puan (PDIP), airlangga (golkar), Muhaimin (PKB), dan ahy (Demokrat).
Partai lain belum terlihat ketua atau wakil ketuanya sudah mulai kerja untuk calon Presiden. Karena syarat batas minimal partai bisa mencalonkan/mencapreskan sangat tinggi. Maka hanya PDIP yang bisa mencalonkan tanpa koalisi. Karena itu jumlah calon/pasangan capres-cawapres maksimal hanya 4 atau 3.
Apakah pdip akan mencalonkan Puan untuk jadi Presiden? Sejauh ini Puan terlihat sudah sosialisasi sangat masif. Jika hasilnya menunjukkan Puan berpeluang cukup bagus untuk menang, mungkin ia akan menjadi calon. tunggu sekitar 2 tahun lagi. Bagaimana cara elite partai tahu peluang baik itu? biasanya mereka melihat hasil survei. Jika melihat hasil survei kelima petinggi partai itu, sementara ini prabowo paling atas, diikuti ahy. sementara Puan, airlangga, dan muhaimin jauh di bawah kedua nama itu. Prabowo vs AHY?
Partai mana yang mau bergabung dengan Prabowo atau AHY? Atas dasar bacaan terhadap peta elite partai, PDIP sudah hampir dipastikan tidak ke AHY. Nasdem kemungkinan tidak ke prabowo. PDIP dan Nasdem mungkin tak bersama-sama lagi. Nasdem ke AHY? mungkin. partai lain? Golkar? Golkar bisa dengan prabowo maupun ahy, tergantung Airlangga dapat posisi no 1, no 2, atau tidak? tergantung siapa peluang lebih baik untuk menang, prabowo atau AHY? Jika Puan berpasangan dengan Prabowo, maka Golkar mungkin tak ke Prabowo. Jika kans AHY baik, Airlangga bisa sama AHY.
Prabowo-Puan vs Airlangga-AHY? Dilihat dari kursi mereka di DPR sudah cukup. Partai lain? Mencalonkan Muhaimin? Mungkin, tapi belum terlihat tanda-tanda. Belum terlihat gejala muhaimin bisa unggul atas Prabowo maupun ahy. lalu? tidak ada lagi ketua partai yang bisa diandalkan. Dalam kondisi stok tak sudah tak ada lagi yang kompetitif dari para ketua partai, jalan keluar hanya dua: gabung/koalisi dengan ahy atau prabowo, atau cari alternatif di luar petinggi partai. Siapa?
Dilihat dari sentimen pemilih, ada beberapa nama di luar ketua partai yang menunjukan gejala dukungan kuat dari rakyat: Ganjar Pranowo, anies baswedan, ridwan kamil, dan khofifah. di antara nama ini, Ganjar unggul jauh, bahkan besar peluangnya mengalahkan semua calon. Ganjar bisa mengalahkan semua calon-calon lain. Jika PDIP tidak calonkan Ganjar karena memasangkan Puan dengan Prabowo, mungkin Ganjar tidak maju. Jika Ganjar tidak maju lalu siapa? Mungkin anies, ridwan, khofiffah. Sementara Anies berpeluang unggul atas Prabowo dan AHY.
Bila anies unggul atas prabowo, apakah PDIP akan tetap mencalonkan prabowo? apakah golkar akan tetap mendukung ahy? Golkar mungkin memasangkan airlangga dengan anies, dan partai lain mungkin akan dukung anies-airlangga melawan prabowo-puan: pdip-gerindra vs. the rest. Yang bisa menghentikan anies sementara ini tidak ada kecuali Ganjar.
Maka yang menentukan kemudian adalah apakah PDIP akan tetap dukung (strategi) prabowo-puan lawan anies-(entah siapapun cawapres) karena ingin puan jadi wapres prabowo padahal prabowo akan kalah sama anies sehingga target puan tak tercapai? Atau Anies-Puan lawan Prabowo (berpasangan dengan???) Skenario yang mungkin saja. Manuver anies selama ini kan rasional saja bukan ideologis, sama seperti prabowo. Keduanya (Prabowo, Anies) bisa terima ormas seperti FPI bila menguntungkan.
Bila Anies-Puan jadi strategi PDIP, maka Demokrat dan Nasdem mungkin tidak dukung. Golkar juga mungkin tidak dukung Anies-Puan karena Airlangga tak dapat posisi. PKS juga mungkin tidak karena PKS susah berkoalisi dg PDIP. PKS bisa saja kemudian bergabung dengan prabowo. bila ini yang terjadi maka mungkin ada 3 pasangan calon dari PDIP vs Gerindra-PKS vs Golkar-nasdem-demokrat. pkb, pan, dan ppp bisa ikut salah satu dari 3 poros itu. Capresnya? prabowo vs anies vs …. (ahy, ridwan, atau khofifah dan wakilnya airlangga). 3 poros ini punya peluang cukup imbang.
Tapi bila pdip ingin menjaga tradisi rasional seperti 2 kali pilpres terakhir, Puan tidak dipaksakan harus jadi wapres, maka PDIP akan bisa tetap punya presiden dari kadernya sendiri, dengan pilih Ganjar sebagai calonnya. Bila ini yang terjadi maka capresnya mungkin
Opsi satu: prabowo (gerindra, entah koalisi dengan siapa) vs ganjar-airlangga (pdip,golkar, pkb) vs anies (pks,nasdem, demokrat)
Opsi dua: prabowo-(???) vs Ganjar-Airlangga (/Khofifah) vs anies-ahy (/ridwan kamil)
Dalam keadaan demikian mungkin saja prabowo tidak dapat menarik partai lain untuk bergabung. Prabowo tidak bisa nyalon kalau gagal mendapatkan partai lain untuk koalisi, karena Gerindra tidak bisa otomatis mencalonkan/harus koalisi. Bila prabowo tidak jadi nyalon karena partai2 lain tak ada yang mau mencalonkan, dan jelas Gerindra tak bisa sendirian, maka calon-calon presiden 2024 diisi oleh anak-anak bangsa yang semuanya dari generasi baru. regenerasi politik terjadi secara alamiah dan politik.
Bila Prabowo tak bisa no 1, mungkin nomor 2 juga diterima. Berpasangan dengan Ganjar, anies, ahy, ridwan, atau khoffifah. atau mempersilahkan kader gerindra yang lain untuk maju. Sandiaga kader paling kompetitif di antara kader gerindra setelah Prabowo. Sandi punya peluang untuk no 1 ataupun no 2. dia mungkin lebih fleksibel. Nasdem dan demokrat pun kemungkinan menerima untuk no 1 ataupun no 2. Sandi-AHY misalnya.
PKS, nasdem, ppp, pan, juga belum terlihat tokohnya untuk RI 1. belum terlihat serius kerja u menarik pemilih. PKS juga secara sadar memposisikan dirinya pada posisi yang kurang fleksibel dalam mainstream politik massa indonesia. Itu disadari penuh oleh pks. 2024 harus didiskusikan terus untuk mengurangi peran politisi bolot (hanya denger kalau ngomong pake uang). PKS kekuatannya relatif stabil 6-8 persen. pkb masih ok, tapi kan beda dengan pks. ppp dan pan juga beda.
Personality dan social identity tetap menjadi penting dalam perpolitikan Indonesia. Bagaimana membangun party identity di indonesia? sekarang party sangat buruk di mata rakyat. harus ada perubahan besar2an di partai. pemimpin nasional harus disiapkan secara matang dan publik harus ikut bersuara. pengalaman selama ini partai sudah memikirkan begitu pelantikan dilakukan. Kelompok-kelompok strategis menunggu cemas siapa pemimpin nasional mendatang. Ingin tahu dari awal. Stay, invest, atau kabur.
--selesai--


