Crypto, How Low Can You Go?
Gue ga pernah twit nulis Samsung, Huawei, DELL, tapi 3 bulan terakhir ada iklan *PROMOTED* Twitter oleh tiga merk itu. Entah in English atau bahasa Indonesia. Gue anggap algorithm terbaru Twitter bersifat (Salah satunya) semacam Catch all. Gue, atau siapa kek, tidak peduli ngetwit tentang apa, iklannya akan sama.
Dan dengan kerugian estimasi minimal US$ 1,1 trillion, gue ga kaget berbagai lembaga crypto akan makin semangat beriklan untuk meyakinkan “kita ga kenapa2 koq”.
Sampai entar apps apps saham di Indonesia yang kabarnya akan perluas layanan jual beli dengan opsi baru yaitu jual beli crypto, digerebek warga karena warga mengklaim rugi atau kehilangan aset ratusan juta/orang atau Bahkan belasan miliar per orang.
Salah satu orang ultra pamer, ultra flexing di Twitterrati/Twitter sphere Indonesia, suka banget nelanjangin resume orang, kebetulan di lembaga sejenis.
Mungkin kalau angka ruginya US$ 50 Triliun, sedunia baru stop. yang jelas crypto terkuat kedua seasia itu Singapore. Tempat kebanyakan paspor2 Garuda suka flexing suka menghina ke sesama paspor Garuda. Gue estimasi Agustus sebelum Singapore ultah, terjadi krisis crypto super runyam di +65 kalau pemerintah +65 ga nyadar fluktuasi crypto membahayakan bagi mereka sendiri yang selalu pongah “pusat keuangan Asia Tenggara”.












