Ley
Ley ga meminta hotel tuk penginapan di Tanimbar seingat saya. Saya tentu saja nginep di gereja agar bisa ngobrol sampai jam 3 WIT dengan pihak radio lokal (yang bangunannya menyatu dengan gereja).
Saya tentu saja membawa kue ultah 20 April yang dimakan anak2 kecil Tanimbar meski yang ultah di (entah di) Nyhavn atau Zagreb atau Lisbon. Tapi kadonya tetep kekirim ke BSD, meski ga pernah dibalas. Saat itu kami (*satu lagi, ada Jenny yang kini GM P&G di Hanoi) dan ratusan "guru sehari". kayaknya Tanimbar belum bisa dikalahkan rekornya bahkan oleh KI Jayapura dalam hal partisipan jumlah non warga domisili asli yang terlibat. Seingat saya 100+ dari Jawa. Tidak hitung yang lain. Andai saya beruntung membujuk, saya mungkin bisa mendapat approval penulis yang lagi di Jerman, lalu Mas Addie MS, dan alm Glenn Fredly serta banyak penyanyi Maluku lainnya. Tapi batal di kira2 4-5 hari sebelum acara.
Saya ga yakin Ley berubah pikiran tuk off dari Citibank cuma gara2 ngajar sehari dari Tanimbar. Tapi saya ingat betul, disaat Jenny tetep cussss di P&G, Ley off dari Citibank. Dan pindah2 kesana kemari. Persis teman amat baik saya yang udah saya anggap kakak sendiri yang pindah2 dari Nigeria dan ke kantor2 lain.
Ley saya yakini retainer nya lebih mahal dibanding saya disaat peak saya. Tapi dia lepas aja gitu Citibank. Dan sangat mungkin seperti saya: ingin bangun merk sendiri, ga merk sendiri sih lebih tepatnya. Tapi merk lebih lokal, tapi dirinya bisa jauh lebih signifikan, bukan semata ekor.
Sama seperti saya tapi dengan metode yang lain: kalau saya ngajarin orang2 tentang hal2 HI banget pakai substack, Ley mengajar pakai webinar. Saya gatau berapa ratus webinar lalu lalang di stories yang saya baca dan diunggah Ley. Elon Musk konon memecat 5250 (*masih bisa bertambah) pegawai dengan cara angka persentase terendah atas kontribusi pengembangan software Twitter & indikator performance lainnya. Kalau angkanya tinggi, ya ga kena cut.
Saya yakin betul, karena Ley terlalu sering webinar, harusnya dia keterlaluan tinggi nilai performance nya. Tapi Ley, melepas zona nyaman di Citibank, ternyata kena cut di kantor barunya. Saya patah hati banget.
Saya lebih terluka, persis dengan adagium yang dialami teman amat baik saya di LN. saya melihat dengan telanjang mata orang2 startups yang suka pesta-pesta alkohol, ga kena cut. Atau flexing liburan ke LN. Blah blah blah. Ley ga pernah flexing apa2. Bahkan pernah cerita stories kosannya kesempitan karena banyak perkakas hardware or apalah. Kenapa ya orang keterlaluan baik malah menderita. Ada cerita orang yang baik banget, nolong ribuan anak, kini cacat tulang ekor dan kehilangan pekerjaan.
Ley, Aku patah hati atas nasib kamu bahkan disaat Aku juga ga baik2 aja dan jauh lebih hancur lagi. Doaku tuk kamu, memperpanjang nama2 lainnya yang sudah eksis dalam doa aku. Kamu keterlaluan baik dan entah kenapa kamu malah apes. Yang sabar ya Ley.
Yang paling bikin ngilu: tetangga baik saya kerja di Citibank dan harusnya mungkin semeja / sedivisi dengan Ley. Tapi Ley memilih zona ga nyaman, sama seperti saya.

