When the last time you slept
Bulannya cantik.
Sekali lagi, Bulannya cantik banget. Gue lihat sebentar (mumpung badai nya reda) pas jam 1an pagi dan lihat lagi jam 3 pagi. Gak, gue ga kepikir itu koq. I'm single and it's past about "the sky".
Gue gabisa tidur beneran sembari kerja, ngetik DLL. Pun obrol sama temen di amrik, dari ngomongin Juneteenth lah, obat2an di Amrik lah, harga gas setempat lah, apapun.
Yg lebih kaya dibanding Indonesia aja beneran hidup prihatin dan ga flexing lho nyet. Saat +62 mostly tidur minimal sejak jam 9an malam (WIB), terjadi layoff terpaksa dilakukan 5 tech companies (sebetulnya 4, yang 1 real estate). Semacam "masih mending Indonesia beritanya 1 hari 1 layoff" anggaplah demikian.
Entahlah. Orang yg gue ngerti ultra jago masalah IT, nyaris tiap malam masih ngejar kereta terakhir tenabang ke Rangkas. Biasanya kalau dia dipaksa baru boleh pulang jam 12 malam misal nya karena tenggat client, dia ya di reimbursement apapun, mau taxi kek atau motor. Gue pernah bareng2 pulang beliau jam 2 pagi, tentu arah pulang nya beda (saat itu).
Tapi yang masih muda2 dan ga sebiji kuaci kapasitasnya dibanding ex Lead gue, koq kemaki banget minta facilitated ini itu.
Sense of belonging yang hilang, mungkin ultra keasikan dimanja di startup, lalu karena sama2 suami Istri kerja di startup pamer ini itu. Ginian ternyata banyak banget.
Damn. Untung exfoliate cream bisa nambal kantong mata gue agar ga bengep karena 80 jam ga tidur. Pun masih urus yg request data dokter bersama-sama, kubales dan kubikinin.
Berasa dam belum benar2 retak amat besar di Indonesia. Kayak ngotot nerjang, nantangin beneran kiamat finansial di lembaga yg lebih gede lho orang2 goblok yg flexing ini. Nantangin Dam beneran jebol total.
The Fed belum juga bikin kebijakan. dan gue ga yakin sanggup memaka diri tuk tidur.

