Wade, Widy, Wulan
I admit Mrs. Prada never ever BSDers since 2013
Yang meresahkan dan bikin acakadut perasaan, dijelaskan seperti ini:
Disaat gue mengetik “debat konten podcast Corbuzier dengan Widy Vierra dan Cinta Laura Kiehl”, sebetulnya di Amerika, di menit yang sama, terjadi berita besar. Mahkamah Agung Amerika (ternyata) benar-benar memutuskan “overturned” atas Roe v Wade. Roe sebagai simbol “pro aborsi” “pro choice”, sementara Wade simbol “anti aborsi” “pro life”. Mahkamah Agung Amerika benar-benar memutuskan perubahan besar-besaran menjadi “Pro Life”, bukan lagi “Pro Choice”, meski penerapannya di tiap negara bagian diserahkan Gubernur negara bagian masing-masing. Gue menulis tentang Roe v Wade saat bocoran keputusan diedarkan berbulan lalu, disini.
Serentak bahkan di LinkedIn pun, banyak banget profesional yang awalnya bikin LinkedIn ya cuma bikin aja dan ga posting apa-apa, beneran bereaksi, baik laki dan perempuan. SERAGAM: mereka sedih bahwa “Pro Choice” dibatalkan Mahkamah Agung Amerika. lebih banjir lagi postingan di Twitter yang marah-marah atas perubahan ini.
Jelas banget gue kepikiran. “koq barengan ya saat gue sedang nulis bahas Widy Soediro Nichlany dan segala missed di podcast?”
Gimana ya misal “korban-korban yang sukses melawan dari pemerkosaan, ternyata diperkosa”. Ok, “amit-amit banget”. Tapi bagaimana jika itu kejadian. Bagaimana (misalnya) Widy gagal melawan di suatu mobil “bos, orang kaya siapalah” di suatu bilangan Kemang. Bagaimana jika si siapalah lain, gagal melawan, dan benar-benar diperkosa.
Tapi yang lebih ngilu sebetulnya:
entah kenapa jika anda mengetik di gu-gel atas kata “Widy Soediro Nichlany”, salah satu opsi image adalah wajah bersih make up, putih banget muka Widy, dengan sanggulan.
Meski gue bukan fans Vierra, lagu itu (PASTI) berada di warnet-warnet Yogya, winamp-nya. Entah di VIDI warnet deket Ishiro Udan Mas, atau dimanapun. Tapi jelas gue tahu Vierra, ga mungkin ga tau. Dan sejak itu Vierra manggung, dan gue tahu Widy, cuma ada satu perempuan yang paling mirip wajahnya sama dia. di…. (kebetulan di) HI UGM 07.
Hanya ada dua perempuan singer yang beneran wajahnya mirip Wulan. Widy, dan satu lagi gue ga bakal nulis disini. Tebak aja. Tapi bahkan gue pernah dikenalkan dengan perempuan, yang….bukan hanya mirip Wulan (tapi bukan Singer, warga biasa, S3). She’s Wulan but Chinese Overseas version. Wulan yang matanya lebih “sipit”, dan Muslim. Tapi secara wajah, fisik (tinggi badan pun) dan rambut, persis plek 1000000000000% Wulan. Tapi gue menolak.
Dan ndilalah rame podcast Corbuzier. Sumpah demi Allah gue bahkan baru tahu kalau Widy pernah mengalami kekerasan seksual (beneran) gegara Podcast. Gue ga pernah baca berita online nyaris 11 tahun lalu bahwa dia mengalami gituan.
Dan yang bikin ngilu 24 jam lalu (saat pertama kali gue coba denger Podcast, dan terpaksa, beneran gugel Widy Vierra), gue terperangah banget foto sanggulannya Widy itu.
Foto Wulan bersanggul bukan paling cantik yang pernah gue lihat. Memori terbaik Wulan adalah di mata gue, difoto pakai kamera Wulan sendiri (kamera HP), dan ga pernah dibagikan oleh Wulan, tidak pernah diprint jadi foto. Cukup mata dan otak gue yang ingat. Tapi gue selalu berusaha “mengantisipasi hal-hal yang mungkin”. Gue selalu percaya tidak pernah ada kebetulan. Semua ada ‘Kait-Mengkait”. Kenapa ya kasus Widy ini muncul? Kenapa tiba-tiba rame di Podcast? dan dengan jelas bahwa tanpa foto sanggulan pun Widy mirip Wulan, dan apalagi foto sanggulannya, gue jadi kepikiran: apakah Wulan pernah terancam nyawanya oleh (entah siapapun) pemerkosa? entah siapapun itu. Siapa yang melakukan kejahatan itu ke Wulan?
Tapi bagaimana gue harus peduli “orang yang bukan lagi Mrs Prada”. Gue pasrah Wulan bukan Mrs Prada JAUHHHHHH HARI banget: momen sebelum gue berangkat ke Melia Purosani bertemu Wulan. sedekade lalu, nyaris sedekade ding. Tapi selama sedekade gue dimusuhi gerombolan laki2, entah UGM atau UNPAD atau UNAIR atau UI, yang jelas2 suka banget main perempuan. Meneror di media sosial dan meneror teman2 gue di medsos. Mencelakai nyokap gue. Gimana gue harus peduli dengan “apa iya Wulan pernah terancam bahaya diharras” lha wong Wulan memilih “ratusan orang brengsek yang mentalitasnya ga beda jauh dengan pemerkosa”.
Gue ga akan dan ga lagi sepatutnya peduli. Mau Wulan cacat, diperkosa, mati, its not my business anymore. Gue lebih ingin peduli dengan Mrs Prada—entah siapapun dia. Dengan meng-ignore apapun musibah yang pasti dan akan pasti dijalani Wulan, gue berusaha banget mengurangi dosa gue: dosa melukai Mrs Prada, entah siapapun dia.
Dan jelas di era Vierra, banyak banget lagu yang “legend”. Saat ini diketik, tiba-tiba di 98.7 fm, diputar Cinta & Benci (Geisha). Gue tidak bisa lagi mencintai Wulan seperti disaat gue berhenti berharap sejak 2013, di melia: gue melepas harapan apapun saat itu, ditengah gue cuti pulkam dan kebetulan cuma karena ketemu Wulan. (*dan acara keluarga lainnya). Tapi gue ga bisa membenci Wulan. Sekalipun gue ga patut lagi mengingat dan atau peduli Wulan, mau dia mati atau celaka pun. Gue sepatutnya berpikir tentang Mrs Prada.
Tapi jelas banget, di era dimana “Cinta dan Benci” atau lagu-lagu Vierra, ada yang lebih fenomenal lagi. Fuck Joji, D’masiv tore my heart first. All my JAMET - homies sudah teriris tersayat oleh lirik lagu D'Masiv. CIM (Cinta Ini Membunuhku) is just a proof about … gue pernah naksir seseorang yang platnya AB 3241 FZ. Ya Allah gue masih hapal. Ditengah bunuh-bunuhan tawuran dan atau klitih di Yogya, gue masih hapal betul AB 3241 FZ. menurut sistem komputerisasi samsat, ini plat udah ga aktif lagi.
Pasti temen gue, yang secara sungguh-sungguh meramal “elo Prad, akan dicintai perempuan yang direbutkan ribuan laki-laki, dan bahkan ribuan itu saling kelahi karena berebut, tapi perempuan itu tetep milih elo”, akan kebingungan apa yang terjadi ke gue dalam 3 hari terakhir.
(Lelah hati ini meyakinkanmu) This tired heart convinced you, Wulan. Now “it's” for Mrs Prada, never ever for you anymore. Stop since 2013.
Saking rumitnya gue nulis substack tentang podcast Corbuzier tentang penganiayaan-hampir diperkosanya Widy, gue sampai…. sampai akhirnya ngefollow IG nya Natalie Sarah dan Galih Ginanjar. dua orang di video klip CIM. Gue bahkan tahu betul lagu CIM bersamaan kepopuleran dua orang ini di sinetron SCTV. Gue bahkan yakin CIM (video klipnya) dibikin cuma beberapa bulan setelah Natalie Sarah muallaf. DAMN. Tapi selepas 2009 gue ga ngikuti berita seleb. Gue bahkan ga ngerti kalau sudah ada berita online sejak 2012 kalau Widy nyaris diperkosa sama oknum super kaya nan bejat.
Bener-bener mirip banget sanggulannya Widi sama (foto) sanggulannya Wulan. Gu-gel aja sendiri. Tapi gue percaya Mrs Prada jauh lebih mulia, lebih cantik dibanding Wulan. istilah temen gue “ribuan laki-laki kelahi berebut Mrs Prada, tapi Mrs Prada tetep milih elo, Prad”.





