Ibel
Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup, maka Allah SWT, Tuhan YME akan membayar tuntas kekecewaan dengan beribu kebaikan (aminnn…) -Ali bin Abi Thalib-
Seorang teman Saudi menyebut saya “Gus Prada” – lol, belajar sangat-sangat ikhlas. Padahal dia lebih ikhlas. I’m not a very truthful person, a jerk, mere details, but good with twists, even some people call me “Santo Prada”. Yang meresahkan, Minggu subuh-subuh (karena diretweet orang lain) saya menjumpai/membaca ucapan tentang keikhlasan diatas, sebelum tiba-tiba obrol dengan “teman Saudi”. Sebagai orang yang “terlalu suka mengantisipasi hal-hal bahaya, pertanda sekecil apapun”, maka kalimat diatas adalah pertanda, entah baik/buruk, “akan sechaos apa hari Minggu”. Maka saya berusaha mengingat ada apa (saja) atau apa artinya 28 Agustus sejak subuh2?
1} 2 - 8, oh ya perpaduan tanggal saya sendiri 26 hari lalu
2} Ibel teman baik dan (pernah) sekantor saya tanggal nikahnya segitu
4} [teman Saudi yang] tiba-tiba menelpon saya hanya demi (menyabar-nyabarkan saya karena melihat) suatu acara nikahan yang —-- damn, saya bahkan melupakan orangnya bertahun-tahun meski 3 tahun lalu dikabari tunangan
So, mana yang paling worst untuk “paling besar menguji ikhlas”?
Justru malah Ibel.
============
Ibel dalam bayangan saya adalah orang yang ….. “Gabisa masuk angin”. Sejak masuk kantor, dia mendahului Uniqlo: dia yang memulai tren baju flanel kotak-kotak jauh sebelum Uniqlo. Bedanya, dia selalu buka semua kancing kemeja flanel, dan memasang kacamata lensa besar-cembung di inner shirt putih.
Ex kantor saya bisa mencapai 15 celsius—kadang 13 celsius jika jam 00.00 - 04.00 dengan AC yang super dingin 24 jam jika seluruh tim sedang mengejar tenggat pitching. Dia (lebih tua) sekitar 2 tahun lebih dikit dari saya. Saya pernah dalam divisi yang sama dengan yang (pernah ditempati) Ibel, Account team, sampai saya dipindah ke IT (justru karena) orang lain, Account Director kesayangan saya, Mba Tya, melihat potensi saya. I am indebted to Mba Tya forever. Saya pasti butuh jaket dan nyaris semua tim lainnya (utamanya yang cewek) pasti pakai pashmina untuk menghadang dingin. Ibel ga keliatan dan ga pernah masuk angin. Saat setidaknya sepertiga tim (all: sempat mencapai 150 orang jika ditambah intern) secara darurat dan mendadak sakit semua, Ibel tidak tercantum sebagai yang sakit sama sekali.
Meski puluhan merk pernah “dipegang” Ibel, saya paling ingat betul Ibel memegang suatu “merk” — dan entah kenapa (in wildest logic) itu sangat (kebetulan) berhubungan dengan apa yang justru terjadi pada Ibel (& istrinya).
Saya bukannya ga menemukan atau tahu betul pertemanan saya lainnya yang berusia 5+ tahun, happily married, dan tidak kunjung punya anak atau (memang) tidak sedang ingin punya anak. Saya bisa menyebut 14 pasangan, pertemanan saya, yang menikah diatas 5 tahun dan belum punya anak, dan happy-happy aja, happily married. Ibel dulu memegang atau account manager atas merk (suatu brand) kondom.
Sejak 6 tahun Ibel belum punya anak. Dan, in wild, sudah 6 tahun klub kesayangan Ibel tidak kunjung meraih urutan 2 di EPL, apalagi juara 1. Ibel sudah terlalu lama puasa, iya, puasa, hal yang juga diucap Elon Musk meski maksudnya puasa hal lain.
Maka karena Ibel (memilih, setidaknya 6 tahun dan masih berlangsung) untuk belum memiliki anak, saya kepikiran bagi saya sendiri: merk / brand apa yang sebetulnya menjadi takdir “Mrs Prada”. Saya ga berharap2 banyak punya Mrs Prada yang terlalu jenius misalnya. Tapi kalau Ibel “terkait” dengan Kondom, maka saya apa kira-kira? Jenius? Freckles. I really knew several gorgeous girls with freckles across the bridge of the nose? Atau Mrs Prada seorang KOL? Lol. I hate KOL, saya masih bingung kenapa KOL dibayar 200 juta satu kali posting seterkenal apapun saat orang lain hanya dibayar 11 juta. 2 Tahun lalu, Twitter dengan ganas (karena twitterati Indonesia membenci betul seorang KOL) memaki seorang KOL kalau ga lagi bling-bling nyaris gabisa dibedakan dengan buruh biasa di tepi pintu gerbang pabrik.
=====
Dibanding berbagai rentetan musibah apapun yang terus-menerus saya berusaha ikhlaskan, sejak terus-menerus di jalanan dan berpindah moda transport, Minggu malam saya kepikiran orang lain. Sumbangan yang dia lakukan demi anak-anak mungkin sudah belasan miliar dari uangnya sendiri sejak bertahun lalu, dan 2 bulanan lalu dia kecelakaan parah sampai cedera akut karena jalanan yang begitu kaau di provinsinya entah sedemikian koruptif daerah tersebut atau sedemikian ketiadaan kemauan memperbaiki jalanan. Saya terus-menerus mendoakan dia segera sembuh berbulan lampau setelah dia posting habis kecelakaan. Saya pikir dia sudah sembuh dalam 4-5 hari tapi sepertinya malah jadi cedera permanen bahkan bisa jadi cacat minor, dan dia sampai curcol. Dia amat-amat keterlauan baik untuk anak-anak, dan dikasih cobaan tremor/cacat yang memaksa dia stop bekerja permanen. Sejak Minggu malam dan sepanjang malam saya lebih kepikiran dia dibanding segala cobaan yang saya alami.
“Honestly feel sorry for people who have to view everything through a partisan lens.” Seorang memaki saya seperti itu. Semua keluarga saya dan teman terdekat saya tahu betul saya keterlaluan melihat satu hal sepele dari terlalu banyak sisi, “terlalu banyak lensa”, terlalu banyak sudut oandang” dan (saya) terlalu berhati-hati. Tapi seorang perempuan yang saya tolong dengan sinis memaki diatas. Saya ga tahu harus sedih atau gimana saat semalam dia nyaris mati dan terjerembab di jalanan. Saya sudah pernah berada di dekatnya dan dia mendiamkan saya, untuk apa saya peduli dia nyaris mati.
Satu-satunya yang saya missed di 28 Agustus mungkin bahwa saya lupa menambah kado disinfektan - sanitizer ke anak kecil ditengah kembali meningkatnya covid (& kini cacar monyet pun).
Saya berusaha, sudah, dan terus mengikhlaskan apapun yang telah terjadi dalam hidup saya. Dan terkait ucapan diatas yang saya baca Minggu subuh-subuh buta, berusaha lebih tegas mengikhlaskan lebih ikhlas lagi apa yang telah terjadi, saya mendapat hadiah tak terduga Minggu kemarin: tiba-tiba dipeluk orang yang melindungi saya (via media sosial). Berbagai kekesalan saya luruh, hilang.
8 hari sebelumnya, saya dipeluk temen dekat saya lainnya. Rasanya beban, kekesalan, kesialan, kehilangan saya hilang hanya dari dua pelukan orang yang saya kagumi banget ini. Saya ga expect 100 out of 100, tapi saya mendapat 150 out of 100.
Tapi memang seorang dokter mirip banget dengan Tynaka (Tyna Kana) meski Tyna buka KOL yang dimaksud di cerita diatas - LOL. She’s (the doctor) really gorgeous, I admit.
29 jam terlalu panjang sejak jam 1 pagi kemarin Minggu terbangun dan tidak kunjung tidur, berpindah sampai 17 jenis transportasi. Dan 29 jam terakhir belum mandi.
Selamat 6 tahun pernikahan, Ibel (& Bina). Semoga aku kelak beruntung. Semoga Ibel & Bina puluhan tahun lagi memperpanjang kelanggengan dan dengan rizki dan sehat.
Terima kasih banyak pelukan-pelukan kepada saya agar jauh lebih ikhlas. A bad deed which you regret in your heart is a thousand times better than the good deed that makes you feel proud. Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup, maka Allah SWT, Tuhan YME akan membayar tuntas kekecewaan dengan beribu kebaikan (aminnn…)




